Sunday, January 15, 2017

Enterprise Resource Planning System (ERP System)

Enterprise Resource Planning atau lebih dikenal dengan sebutan ERP, merupakan singkatan dari 3 elemen kata Enterprise (Perusahaan / Organisasi), Resource(Sumber Daya), Planning(Perencanaan).
ketiga kata tersebut mencerminkan sebuah Konsep yang berujung pada Kata Kerja Planning. dengan demikian ERP menekankan kepada aspek Perencanaan. Integrasi Konsep Sistem ERP berhubungan dengan interpretasi sebagai berikut :

- Menghubungkan Antar Berbagai Aliran Proses Bisnis
- Metode dan Teknik Berkomunikasi 
- Keselarasan dan Sinkronisasi Operasi Bisnis
- Koordinasi Operasi Bisnis

Setiap Perusahaan membutuhkan sebuah sistem untuk mempermudah mewujudkan visi misi perusahaan  tersebut, salah satu solusi nya adalah sistem ERP, dapat dikatakan sebagai Backbone dalam mendukung sistem operasional yang dapat mempengaruhi kemampuan kompetitif perusahaan.
jadi, ERP merupakan Konsep untuk Merencanakan dan Mengelola Sumber Data Perusahaan, yaitu berupa Paket Aplikasi Program terintegrasi dan multi modul yang dirancang untuk melayani dan mendukung berbagai fungsi dalam perusahaan, sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien dan dapat memberikan pelayanan lebih bagi konsumen, yang akhirnya dapat menghasilkan nilai tambah dan memberikan keuntungan maksimal bagi semua pihak yang berkepentingan (stakeholder) atas perusahaan.

Sistem ERP merupakan Suatu Aplikasi Bisnis yang terpadu dengan keterkaitan yang lintas funsi bisnis terdiri dari modul-modul seperti 

- Modul General Ledger Accounting 
- Modul Account Payable 
- Modul Account Receivable 
- Modul Material Requirement Planning
- Modul Order Management 
- Modul Inventory Control 
- Modul Human Resource Management 

Peranan System ERP bagi Suatu Perusahaan / Organisasi akan terciptanya cara kerja yang lebih efektif dan efisien, yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja. Hal ini ditandai dengan peranan fungsi tingkatan manajerial tidak lagi disibukkan untuk pencarian data dan informasi untuk penyusunan laporan-laporan, tetapi peranan tingkatan manajerial lebih memanfaatkan berbagai informasi yang telah tersedia dalam System Erp, sehingga fungsi tingkatan manajerial lebih dioptimalkan dengan memberikan ide-ide dan inovasi untuk pengambilan keputusan strategi bagi Perusahaan untuk jangka pendek bahkan jangka panjang.

Tahapan-Tahapan dalam Mengimplementasikan System ERP, 
Berikut ini adalah tahapan-tahapan yang wajib diketahui baik oleh Perusahaan(Client) maupun oleh Implementator (Vendor ERP)

- Definisi Scope (Lingkup) Proyek
- Penentuan waktu pengerjaan, batasan-batasan proyek dan kesepakatan biaya
- Penandatanganan kontrak kerja
- Pengumpulan data dan Pencitraan System secara Menyeluruh
- Konsultasi penambahan, pengurangan dan atau pengubahan Business Process.
- Pendokumentasian Hasil Tahap Konsultasi menjadi Dokumentasi SOP 
- Konfigurasi dan Kastomisasi Sistem ERP sesuai SOP
- Pembangunan System ERP
- Instalasi System Jaringan Komputer (Jika Belum ada/ ada perubahan/ Penambahan)
- Instalasi System ERP 
- Pelatihan Penggunaan
- Trial seluruh System yang telah di Instal
- Migrasi Data
- System Live
- Evaluasi Kelayakan Berjalannya Sistem
- After Sales Services.

Mudah2an bermanfaat.

Oracle EBS - Module Abbreviations in ERP

Example of Project Abbreviations :

HR : Human Resources
SD : Sales & Distributions
FN : Finance
DM : Dealer Management System

Valid Module Abbreviations include :
1. AP     :  Account Payable
2. AR     :  Account Receivable
3. INV   : Inventory
4. GL     : General Ledger
5. PO     : Purchase Order
6. ONT  : Order Management
7. PY     : Payroll
8. Etc

Manufacturing
- QM
- PD

Distribution
- INV     : Inventory
- PO       : Purchasing
- OM      : Order Management
- WMS   : Warehouse Management System

Finance
- AR    : Receivable
- AP     : Payables
- GL     : General Ledger
- CM    : Cash Management
- FA     : Assets

Distributions
Distributions - Inventory
LE (Legal Entity) - OU (Operating Unit) - IO (Inventory Organization)
Legal Entiry - Punya Ledger
PO - Barang Keluar

-----------------------------------------------------------------------------------
Contoh Struktur Oracle ERP

berikut merupakan contoh struktur Oracle ERP Berdasarkan modul yang dirancang oleh sebuah perusahaan (Ares International Corp.)

Keterangan =
IM        : Information Managements
QM      : Quality Managements
RCCP  : Rough Cut Capacity Planning
PR       : Press Release
PO       : Purchase Order
AP       : Account Payable
GL       : General Ledger

MDS    : Meta Data Service
MPS     : Master Production Scheduling
MRP     : Material and Resource Planning
CRP      : Capacity Requirements Planning
SO         : Special Order
APS       : Advanced Planning Scheduling
AR         : Account Receivable
GUI       : Graphical User Interface













Oracle EBS - Create Report in Oracle EBS

Kali ini saya akan berbagi tutorial bagaimana cara membuat custom report di Oracle EBS. setidaknya ada 3 Langkah atau tahapan dalam membuat sebuah report di Oracle EBS .

Di system Oracle EBS ini pertama-tama setelah kita masuk ke System nya maka akan muncul sebuah menu yang menampilkan Responsibility, 

Responsibility ini diibaratkan Sebuah Modul Program yang ada di System Oracle EBS. Responsibility ini terdiri dari Responsibility Standard Oracle dan Responsibility Custom yang dibuat Oleh Developer.

SYSTEM ADMINISTRATOR
Pilih Responsibility -> Application Developer
Setelah itu Pilih Concurrent

Langkah - Langkah Untuk Membuat Report

1. EXECUTABLE 
2. CONCURRENT 
3. REQUEST GROUP 

1. EXECUTABLE
    Pilih Responsibility -> System Administrator
    Concurrent - Program - Executable
    Setelah Muncul Tampilan Berikut 
Tambahkan Executable Baru dengan Mengklik button New yang berada tepat di bawah Menu File
Penjelasan :
Executable : Nama Executable
Short Name : Kode Executable atau ID dari Executable
Application : adalah Nama Application yang akan Menjalankan Executable
Execution File Name : adalah nama File RDF / File Report yang dibuat dengan Report Builder

Disini saya mencoba mengisi nya dengan Data Berikut :

Setelah itu simpan dengan Menekan Button Save

2. CONCURRENT

Setelah kita Membuat Executable, maka Selanjutnya kita Buat Concurrent nya.
Fungsi Concurrent ini diibaratkan sebagai Nama Program yang nantinya akan kita jalankan di System Oracle EBS,
adalah sebuab


3. REQUEST GROUP



Production Planning and Inventory Control

Production Planning and Inventory Control (PPIC) adalah suatu departemtn atau sub departement di sebuah perusahaan, yang secara garis besar bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan pengadaan barang/jasa/produk jadi (finished product) dan mengontrol/ mengendalikan persediaan.

PPIC ini biasa kita temukan pada perusahaan Manufaktur yang menghasilkan produk jadi.

PPIC umumnya berada di bawah Logistics Department, atau Materials Management Department, atau Supply Chain Department atau lainnya tergantung dari Struktur Organisasi yang telah ditentukan oleh Managejemen Perusahaan, Contoh: Logistics Department membawahi Sub Department PPIC dan Warehouse. Contoh lain adalah Supply Chain Department dapat membawahi Sub Department PPIC, Warehouse, Demand Planning dan Procurement.

di Perusahaan yang besar yang memiliki ratusan atau ribuan item persediaa, pimpinan department PPIC adalah seorang Manager, teapi untuk perusahaan lebih kecil dipimpin oleh seorang Supervisor atau bahkan Section Head. PPIC Manager atau PPIC Supervisor bekerja sama dalam team yang terdiri dari 2-3 orang, tergantung pada banyak tidaknya jumlah item persediaan dan sistem PPIC yang masih manual atau sudah computerized.

mengenai Struktur Organisasi dan Jumlah Team, sesuaikebutuhan perusahaan dan kebihakan manajemen perusahaan.

Tugas Utama PPIC adalah membuat production plan (Rencana Produksi) dan Inventory Control (Mengendalikan Persediaan). dalam melaksanakan tugasnya ada batasan-batasan yang harus dipenuhi, misalnya Inventory Level tidak boleh melebihi 1 Bulan Stock, memaksimalkan kapasitas produksi untuk efisiensi dalam hal pemakaian listrik dan tenaga kerja, dsb. dan batasan-batasan lain yang pada dasarnya adalah untuk mencapai 4 Objectives Perusahaan berikut ini:

1. High Customer Service Level
2. Low Inventory Level
3. Low Production Cost
4. High Quality

Pengertian dari ke-4 Poin diatas seperti berikut :

1. High Customer Service Level artinya dapat memenuhi semua Order Customer, misalnya dengan       target 100%

2. Low Inventory Level mendekati zero level artinya jumlah persediaan / Inventory yang dimiliki harus berada pada leel yang wajar, tidak terlalu tinggi karena berarti uang mati/ tidak  bergerak dan tidak terlalu rendah, karena akan menyebabkan permintaan customer tidak terpenuhi atau jika terpenuhi pun dengan biaya overtime produksi yang mahal.

3. Low Production Cost yang terkait dengan PPIC diantaranya adalah tidak terlalu sering ganti produk sehingga menyebabkan biaya pergantian produk/ change over tinggi, tidak ada kekurangan bahan baku pada saat produksi sedanga berlangsung, sehingga menyebabkan produksi terhambat, dsb.

4. High Quality yang terkait dengan PPIC adalah meskipun harus memenuhi tujuan 1 sampai 3, kualitas produk tetap yang utama, dalam hal ini yang terkait PPIC adalah menerbitkan PR(Purchase Request) kepada Purchasing dan menerbitkan MO(Manufacturing Order) kepada Production, harus sesuai dengan Leadtime yang telah disetujui semua pihak. karena leadtime yang kurang dari ketentuan akan memicu kualitas yang rendah dan biaya produksi tinggi, kecuali dengan koordinasi yang ketat dan sudah disepakati oleh bagian yang terkait, misalnya Purchasing bahwa PR yang kurang dari leadtime tersebut dapat dipenuhi karena bahan baku ready stock di supplier dan bagian produksi, karena urgent maka line produksi di switch untuk mendahulukan MO tersebut. demikian juga bagian QC(Quality Control) akan mengutamakan pemeriksaan MO tersebut. dan terakhir bagian Warehouse atau Expedisi, jika produk sudah Release QC maka harus segera mengirimkannya ke Customer.

Terdapat 4 Sistem Perencanaan di Perusahaan Manufaktur yaitu :

1. Planing
2. Execution
3. Monitoring
4. Evaluation


Semua Departmen berkoordinasi untuk mencapai tujuan dari Top Management yang telah ditetapkan pada Strategic Business Plan.

PPIC sangat berperan di Tahap Planning, sedangkan Produksi dan Procurement, dan Department lain berperan di tahap Execution. Monitoring uga dilakukan PPIC, sedangkan Evaluation dilakukan oleh Semua Department.

Strategic Business Plan ditentukan oleh Top Management, dan Strategic Business Plan yang terkait dengan sistem planning di pabrik adalah Sales Plan. Sales Plan adalah rencana penjualan perusahaan secara total dan per divisi marketing. Sales Plan di break-down oleh department sales dan marketing dan juga Finance, menjadi angka perkiraan penjualan (Sales ForeCast) per divisi dan per produk dalam satuan unit dan value.

Sales Forecast diberikan kepada PPIC tidak hanya untuk 1 tahun tetapi lebih, misalnya sampai 5 tahun. PPIC memprosesnya menjadi Production Plan (PP) 1 sampai 5 tahun, Master Production Schedul (MPS) dan Capacity Requirement Plan (CRP), setelah disetujui oleh PPIC Manager, Production Manager dan Factory Manager kemudian PPIC membuat Material Requirement Plan (MRP) dan Purchase Plan Material.

Purchase Plan Materials diserahkan kepada Procurement Manager untuk diproses lebih lanjut diantaranya terkait dengan kontrak pembelian dengan supplier.

Sedangkan PP dan MPS digunakan sebagai dasar membuat Budget di setiap Department, condoh: department produksi, QC, dll. PP dan MPS juga digunakan sebagai dasar pembelian Investasi, Contoh: mesin Produksi, peralatan di dept QC dan dept.R&D, atau fasilitas lainnya, itulah sebab nya mengapa dibutuhkan Sales Forecash yang time horizon nya cukup panjang.

Produksi juga menggunakan CRP untuk menghitung budget overtime atau tenaga kerja kontrak yang dibutuhkan, dalam hal ini produksi juga berkoordinasi dengan dept HRD.

PP dan MPS per tahun tersebut kemudian setiap bulan diupdate lagi dengan mempertimbangkan actual sales yang terjadi. Setiap bulan PPIC membuat PP, MPS, CRP dan MRP, setelah disetujui oleh PPIC Manager, Production Manager dan Factory Manager, kemudian PPIC (Planner) menerbitkan 2 output berikut ini:
  • Purchase Request (PR) : permintaan pembelian material, yang akan diserahkan kepada dept. Procurement
  • Manufacturing Order (MO) : permintaan untuk memproduksi suatu batch dengan jumlah tertentu, yang akan diserahkan kepada dept. Produksi 
Sampai disini tahap Planing sudah Selesai.

dilanjutkan dengan Tahap Execution, yaitu meng-eksekusi PR dengan proses pembelian dilakukan oleh dept Procurement dan meng-eksekusi MO dengan proses produksi dilakukan oleh dept Produksi

PR dan MO yang diterbitkan oleh PPIC harus dimonitor progress-nya sudah sampai tahap mana. bisa dicek di sistem komputer atau by email kepada masing-masing department terkait atau pada weekly/ montly meeting dengan Procurement atau Produksi.

Kemudian tahap Evaluation yang dilakukan setiap hari/ minggu dan bulan, sebagai cntoh adalah Laporan hasil output produksi dari departement produks, Laporan hasil penerimaan material dari bagian Warehouse, dsb.

Pada tahap Evaluasi dapat diketahui dengan segera jika terhadap deviasi sehingga bisa segera dibuat action plan, misal output produksi hari ini atau minggu ini tidak sesuai dengan target, setelah dicek ternyata ada mesin yang downtime, sehingga produksi segera berkoordinasi dengan dept Tehcnical Service, dan jika ternyata downtime berkepanjangan bisa diambil langkah lainnya, misalnya menggunakan mesin alternatif atau termasuk dicek kemvali sistem preventive maintenance mesin tersebut apakah sudah memadai atau belum, dsb.

PPIC juga menyampaikan progress Sales Forecast dari Marketing dan Sales Order dari Distributor, kepada Marketng , Contohnya Laporan Sales Forecast VS Actual Sales Order dan Sales Order vs Actual Delivery. biasanya Marketing hanya berkounikasi dengan PPIC dan PPIC yang mengkoordinasikan Sales Forecast tersebut dengan Department lain di Pabrik

Sumber : http://belajarmanajemenoperasi.com/2016/03/04/pengertian-ppic-production-planning-and-inventory-control/

Tools yang Wajib digunakan untuk Oracle EBS

1. Toad for Oracle 
Silahkan bisa di Cek  Disini
Tampilan Interface nya seperti berikut
ini wajib di pake khususnya buat Oracle Consultant baik Functional maupun Technical

2. Oracle SQL Dev.
ini merupakan alternatif lain jika nggak punya Toad, lebih ringan dan lebih nyaman. mengenai Software bisa di cek di Situs resminya oracle Oracle SQLDEV

3. Report Builder
Khusus buat Technical, fungsinya buat bikin report.
berikut tampilan Interface nya .














Saturday, January 14, 2017

Tahap Tahap Implementasi Produk ERP

Berikut merupakan Tahap-tahap selama implementasi ERP berdasarkan terminologi yang ada di Oracle EBS, dan seharusnya tidak jauh berbeda dengan Product ERP yang lain. karena tahap-tahap implementasi ini merupakan suatu istilah standard yang sudah ada di dunia ERP.

1. Kick Off Meeting.
Ini lebih ke acara ceremonial antara implementor (Consultant)dengan Client dimana menunjukkan bahwa tahap implementasi sudah akan dimulai.acara ini lebih kepada saling kenal mengenal antara Consultant dengan para petinggi Customer dan sekaligus memberikan perkenala dengan user kita sebagai Consultant nanti siapa,biasanya kita akan dikenalin dengan Manager masing-masing department.Manager-Manager inilah yang nanti akan menjadi pegangan kita dalam membicarakan seperti apa nanti desain implementasi kita.

2. Overview Training.
Dalam overview training ini masing-masing Functional Consultant yang memegang modul,melakukan presentasi overview training.Overview training ini seorang consultant memberikan presentasi kepada customer modul atau department terkait untuk menjelaskan secara detail apa saja fitur-fitur product ERP kita yang nantinya akan di implementasikan di client, biasanya pada saat overview training ini lumayan seru,karena akan banyak sekali pertanyaan yang akan ditanyakan ke Functional,penguasaan modul dan softskill presentasi sangat diperlukan disini.ane masih inget saking serunya overview training dari jam 8 pagi sampai baru selesai jam 10 malam.Intinya overview training ini merupakan sidang pertama bagi Functional Consultant.

3. Bussiness Requirement.
Setelah melakukan Overview Training,tahapan selanjutnya adalah Bussiness Requirement,ini adalah tahapan kebalikan dari Overview Training,dimana disini kita justru menggali dan bertanya lebih jauh dan sedetail-detail mungkin Current Bisnis proses Client dan Next Bisnis proses mereka setelah di implementasikan ERP bakal seperti apa.Kejelian Functional Consultant dalam menggali informasi dari Client sangat dibutuhkan.Semua informasi bisnis proses client nanti akan di tuangkan kedalam suatu document dimana document ini harus di tandatangani oleh kedua belah pihak dan document ini akan menjadi acuan Consultant dalam mendesain ERP nya.

4. Developing
Setelah Bussiness Requirement selesai,dan document telah ditandatangani,maka tahapan berikutnya adalah developing ERP yang disesuaikan dengan document dan next bisnis proses mereka,dalam tahapan ini baru Technical Consultant masuk dan mulai terlibat dalam project.Selama proses developing dan setting up,functional consultant sudah mulai mengumpulkan master data untuk persiapan training CRP1.

5. Conduct Room Pilot 1(CRP1).
CRP1 ini merupakan training yang dilakukan oleh functional consultant ke manager masing-masing department,dalam CRP1 lebih menjelaskan transaksi standar ERP kita itu seperti apa,disini belum ada report dan customisasi.

6. Conduct Room Pilot 2 (CRP2)
Sama halnya dengan CRP1 akan tetapi di CRP2 ini semua report dan customisasi sudah selesai dan siap untuk di perlihatkan ke Client kita,biasanya perubahan-perubahan desain bakal tetap ada pada tahapan ini.

7. User Acceptance Test (UAT).
Pada tahapan UAT ini semua Fix Report dan Fix desain sudah selesai dan siap diperlihatkan dan dilakukan testing transaksi,biasanya para manager bakal mengajak key user masing-masing.

8. End User Test.
Tahapan EUT ini,trainingnya dilakukan oleh para manager ke Key user dan End User di masing-masing department,pada tahapan ini consultant sudah tidak terlibat lagi walopun pada kenyataanya para manager2 ini harus tetap didampingi.

9. Preparing and Uploading Master Data.
Nah disini adalah tahapan yang paling seru,menunggu master data dari client yang kadang diberikan di detik-detik terakhir mau Go Live.Pada tahapan ini siap2in aja kopi yang banyak,karena bisa jadi pergi pagi pulang pagi 

10. GO Live.
nah ini merupakan acara puncaknya, setelah semua setting up dan semua master data sudah naik di Instance Production,maka dimulailah Real Transaction mereka di system.Hari pertama biasanya hari yang paling panik bagi user dan yang paling sibuk bagi consultant.So,bagi Consultant amunisi makanan dan kopi musti selalu siap sedia.

11. After Go Live Support
Jika desain ERP nya Oke dan transaksi lancar,ini merupakan tahapan yang paling banyak suka nya bagi consultant,karena tahapan ini lumayan lama bisa sampai 3 bulan,bulan pertama mungkin lumayan sibuk,tapi di bulan2 terakhir mau selesai project,lebih banyak di habisin buat browsing aja, seperti yang ane lakuin sekarang,terkadang bingung mau ngapain lagi

Learning By Doing


By experince, saya masih tergolong baru di Dunia ERP, bisa dikatakan saya masih dalam tahap pertumbuhan, masih baby atau istilah nya masih butuh bimbingan dari para master / yang lebih berpengalaman dan senior, saya mulai mengenal ERP pada bulan Desember lalu 2016 , tepat nya pada saat saya mulai bergabung / join dengan salah satu Perusahaan Konsultan IT yang bergerak di Dunia ERP. 

Secara Istilah memang dulu ketika berada di bangku kuliah saya pernah berkenalan dengan yang namanya ERP di Mata Kuliah Konsep E-Business, namun hanya sebatas konsepsi parsial dan wacana diskusi tanpa implementasi.

Alhamdulillah, sekarang saya diberi kesempatan untuk bisa menjadi sorang Konsultan IT, khususnya di Dunia ERP , pekerjaan yang menjadi makanan saya sehari-hari adalah yang berkaitan dengan Teknical .. atau Istilah nya Technical Consultant..

Menurut Informasi yang saya dapatkan di blog lain atau di forum-forum diskusi, secara pekerjaan
Dunia Konsultan ERP dibagi ke dalam 2 jenis spesialisasi, diantaranya Functional Consultan, dan Technical Konsultan. apa sih perbedaan keduanya secara job description nya ...
berikut penjelasannya

a. Functional Consultant
Peran ini bertugas untuk menggali bisnis proses yang ada pada client sedetail mungkin dan memberikan arahan-arahan yang tepat terkait bisnis proses client, tugas ini lumayan berat karena disini kita harus bisa memberikan solusi dan jangan sampai kita salah memberikan desai bisnis proses, dalam satu project membutuhkan banyak orang tergantung berapa banyak modul yang akan di implementasikan.

untuk menjadi Functional Consultant harus memiliki softskill yang kuat dan yang paling penting adalah menguasai bisnis proses dari modul yang di pegang, selebihnya tinggal explore fitur-fitur apa saja yang ada di product ERP kita dan mendelivernya ke client. yang harus di ingat adalah seorang Functional Consultant harus bisa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan functional consultant modul yang lain, karena saat kita berbicara ERP kita bicara tidak hanya berkutat di modul kita sendiri akan tetapi apapun keputusan dan desain kita sedikit banyaknya akan berpengaruh kedapa modul atau department yang lain, jadi untuk menjadi Functional Consultant yang paling penting selain menguasai modul adalah Soft Skill.

b. Technical Consultant
Untuk Technical Consultant tugasnya adalah berkoordinasi dengan Functional Consultant terkait dengan Report, Program Custom, Personalize, Query dan hal-hal yang bersifat teknis lainnya.

Disini seorang technical harus benar bisa menguasai SQL, Programming dan segala sesuatu yang berkaitan dengan product ERP secara teknisnya.

Tutorial blog - Menambahkan Syntax Highlighter di Blogger

berikut adalah contoh bagaimana cara menambahkan syntax codingan kalian di dalam postingan let count = 0; const intervalId = setInterv...